Jasa Poles Marmer Poles Granit Poles Teraso Poles Semen Acian

Cara Membersihkan Nat Ubin

Nat, yaitu campuran dari air, pasir, dan semen yang melekatkan ubin pada tempatnya, bisa jadi sukar untuk dijaga agar tetap bersih. Garis-garis nat dengan mudah mengumpulkan kotoran dan noda, dan sebelum Anda menyadari, nat tersebut akan berubah warna, dari putih menjadi hitam. Pelajari cara membersihkan nat ubin Anda sehingga akan putih berkilau kembali, dan cara merawatnya sehingga Anda tidak perlu sering membersihkannya.

Metode 1 dari 4: Menggunakan Cuka dan Amonia

  1. Lakukan pembersihan awal. Sebelum Anda mulai dengan cara pembersihan yang lebih mendalam, membersihkan lantai secara rutin adalah penting. Ikuti proses rutin pembersihan Anda mengelap semua meja dapur berbahan keramik, serta menyapu lantai. Cara ini akan membuat semua lapisan kotoran paling atas menjadi hilang, dan membuat pekerjaan Anda sedikit lebih mudah.
  2. Buatlah larutan Anda. Dalam sebuah ember atau mangkuk besar, campurkan 7 cangkir air hangat, 1//2 cangkir soda kue, 1/3 cangkir amonia, dan ¼ cuka putih. Biarkan campuran tersebut benar-benar mencampur, sehingga soda kue tersebut larut.
  3. Tuang campuran tersebut ke dalam sebuah botol semprotan. Menyimpan campuran tersebut ke dalam sebuah botol semprotan akan membuatnya lebih mudah untuk digunakan membasahi area, terutama area yang paling kotor, dan memudahkan penyimpanannya. Isi penuh botol Anda, dan kemudian kocoklah larutan tersebut dengan benar.
  4. Semprotlah nat ubin tersebut. Mulailah dengan area yang kecil, total hanya seluas 30 cm persegi. Semprotkan larutan pembersih Anda di atas nat tersebut sehingga basah. Biarkan larutan tersebut meresap selama 3-5 menit agar bekerja membersihkan nat.
  5. Mulailah menggosok. Gunakan sikat pilihan Anda untuk menggosok—sikat pembersih yang berbulu kaku, sikat gigi, atau pembersih ajaib, semuanya adalah pilihan yang bagus. Gosoklah dengan kuat untuk mengeluarkan kotoran dari bagian dalam di antara ubin Anda
  6. Bersihkan cairan kotor. Akibat penggosokan yang Anda lakukan mungkin menghasilkan genangan kecil cairan kotor di ubin Anda. Gunakan kain lap basah untuk mengelapnya, dan peraslah kain tersebut ke dalam wadah yang terpisah. Cara ini akan membuat ubin Anda lebih bersih pada akhirnya.
  7. Selesaikan pembersihan nat ubin Anda. Gunakan proses di atas untuk melanjutkan pembersihan ubin yang lainnya secara menyeluruh. Fokuslah hanya untuk mengeluarkan kotoran dan membersihkan area yang gelap dari natnya, agar menampakkan warna putih alami di bawahnya.
  8. Lakukan pengelapan final. Ketika Anda yakin bahwa pembersihan nat tersebut telah selesai, lakukan pembersihan kedua pada seluruh area. Jika Anda membersihkan meja dapur keramik atau di dalam kamar mandi, gunakan semprotan pembersih generik dan kain lap untuk mengelap seluruh ubin Anda. Untuk lantai, lanjutkan dengan mengepel kembali lantai Anda, dan laplah dengan handuk kering.

Metode 2 dari 4: Menggunakan Hidrogen Peroksida dan Soda Kue

  1. Bersihkan ubin Anda. Sebelum memulai dan menggosok nat ubin Anda, Anda perlu melakukan hal yang paling mendasar dengan pembersih favorit Anda. Jika Anda membersihkan nat lantai, sapu dan kemudian pel. Untuk nat kamar mandi dan dapur, semprot dan laplah dengan pembersih favorit Anda.
  2. Buatlah pasta Anda. Campurlah hidrogen peroksida dan soda kue dalam sebuah kotak kecil, untuk membentuk pasta yang kental. Masing-masing bagiannya mungkin bervariasi tergantung dari konsistensi dan kekentalan yang ingin Anda gunakan.
  3. Oleskan campuran tersebut. Gunakan jari Anda atau sebuah sikat gigi untuk mengoleskan pasta tersebut di atas natnya. Mulailah hanya dengan area yang kecil, tidak lebih dari 30 centimeter persegi. Oleskan dengan tebal dan benar-benar menutupi nat tersebut. Biarkan selama 5-10 menit.
  4. Mulailah menggosok. Gunakan sikat kecil, misalnya sikat gigi (lebih disukai sikat gigi elektrik) untuk menggosok nat tersebut. Tekanlah pada area yang kecil untuk mengangkat kotoran serta noda. Jika nat tersebut masih kotor, tambahkan lagi pasta Anda dan gosoklah kembali setelah membiarkannya selama beberapa menit.
  5. Selesaikan area tersebut. Lanjutkan menambah campuran pembersih tersebut pada nat dan gosoklah. Lakukan dengan perlahan untuk memastikan Anda telah membersihkan semua nat tersebut.
  6. Laplah ubin Anda. Gunakan kain lap basah untuk mengelap sisa-sisa pasta pada ubin Anda. Selesaikan dengan cara membersihkan ubin Anda seperti biasa dengan semprotan pembersih untuk meja atau pel dan sabunlah lantai tersebut.

 

Cara Membersihkan Nat Ubin

Metode 3 dari 4: Menggunakan Pemutih Oksigen

  1. Laplah ubin Anda. Sebelum melakukan pembersihan nat, singkirkan semua kotoran dan remah dari semua permukaan—yang dapat menyebabkan proses pembersihan nat Anda menjadi lebih membosankan—dengan cara mengelap ubin Anda. Ikuti prosedur rutin pembersihan Anda dengan cara menyapu dan mengepel lantai, atau menggunakan semprotan pembersih untuk mengelap bagian atas meja.
  2. Buatlah larutan Anda. Pemutih oksigen merupakan senyawa pemutih yang aman, yang bekerja untuk melarutkan bakteri dan kotoran, sekaligus memutihkan nat. Campur pemutih oksigen dengan air hangat dengan takaran yang sama, dan biarkan campuran tersebut larut.
  3. Gunakan pembersih Anda. Pilihlah area untuk memulai, tidak lebih dari 30 cm persegi sekali waktu, dan tuangkan pemutih Anda. Pastikan nat tersebut semuanya dilapisi cairan tersebut; Anda dapat menggunakan botol semprotan, jika hal itu membuatnya lebih mudah dilakukan. Biarkan larutan tersebut bekerja pada natnya selama 15-20 menit.
  4. Mulailah menggosok. Ketika pemutih tersebut telah cukup lama melapisi nat, Anda dapat mulai menggosok nat tersebut untuk mengelupas kotoran dan noda. Gunakan sikat kecil, seperti sikat gigi untuk menyikat nat tersebut. Anda dapat menambahkan lagi pemutihnya ketika Anda menggosok ubin tersebut, agar menjadi basah dan mempercepat proses pembersihan.
  5. Pel cairan sisa cairan yang berlebihan. Ketika Anda selesai menggosok lantai tersebut, ambillah handuk kering dan bersihkan pemutih kotor yang menggenang di ubin dengan cara mengepelnya. Jika handuk pel tersebut telah cukup basah, peraslah. Dengan melakukan cara ini akan mempermudah menyelesaikan pembersihan tersebut pada akhirnya.
  6. Lanjutkan membersihkan nat Anda. Ulangi proses menyiramkan pemutih pada nat tersebut dan gosoklah hingga Anda telah selesai dengan semua lantai ubin tersebut. Untuk noda nat yang sangat membandel, Anda dapat menuangkan pemutih tersebut dan membiarkannya selama satu jam atau lebih. Semakin lama Anda membiarkan noda tersebut terendam pemutih, semakin mudah untuk menggosok noda tersebut.
  7. Menyelesaikan pembersihan ubin Anda. Lakukan pengepelan terakhir, sebelum membersihkannya kembali seperti yang biasa Anda lakukan. Pengepelan terakhir akan membersihkan semua pemutih dan kotoran yang tersisa, dan menjadikan nat Anda berkilau dan seperti baru.

Metode 4 dari 4: Merawat Nat Ubin

  1. Bersihkan tumpahan apapun dengan segera. Membiarkan tumpahan jus kranberi atau jus jeruk pada nat selama beberapa jam adalah cara yang jitu untuk mendapatkan noda baru. Segera setelah apapun tumpah di atas lantai Anda, laplah dengan kain lap basah, untuk menghapus setiap jejak yang tertinggal.

    • Jika terdapat noda yang tertinggal, tuangkan sedikit hidrogen peroksida di atasnya. Biarkan selama satu menit sebelum mengelapnya dengan kain lap bersih.
    • Tumpahan yang kering juga dapat menodai nat, jika dibiarkan saja di lantai. Sapulah bubuk kopi, gumpalan kotoran, dan benda padat lainnya segera setelah benda tersebut jatuh di lantai.
  2. Atasi noda-noda kecil secara rutin. Untuk menghindari melakukan pembersihan mendalam yang terlalu sering, atasi noda kecil begitu noda tersebut ada. Gunakan larutan pembersih yang sama, yang Anda gunakan untuk pembersihan mendalam, namun gunakan botol semprotan untuk mengatasi area kecil yang ingin Anda bersihkan. Anda juga dapat mencoba sebuah alternatif cara membersihkan noda kecil:

    • Gunakan pasta soda kue. Campur soda kue dengan sedikit air untuk membuat pasta, dan kemudian gosokkan ke bagian nat yang ternoda. Biarkan selama beberapa menit, kemudian gunakan sikat gigi lama untuk menggosoknya.
    • Gunakan pasta gigi putih. Oleskan sedikit pasta gigi langsung ke atas nat tersebut, kemudian gosoklah dengan menggunakan jari Anda. Setelah beberapa menit, gunakan sikat gigi lama untuk menggosok area tersebut. Lap dengan kain lap basah yang bersih.
    • Gunakan penghapus pensil. Untuk noda yang paling kecil, penghapus pensil memang melakukan sebuah pekerjaan yang menakjubkan. Pilihlah sebuah penghapus berwarna putih, bukannya yang berwarna lain, atau jika Anda menggunakan penghapus selain warna putih, Anda akan berakhir dengan mewarnai nat tersebut dengan warna penghapus.
  3. Biarkan area berventilasi dengan baik. Jamur dan lumut seringkali mempengaruhi nat dalam kamar mandi, yang cenderung lembab dan sekaligus beruap selama berjam-jam. Gunakan kipas pembuangan (exhaust fan) setelah mandi atau berendam, dan laplah ubin yang basah untuk menjaga natnya agar tidak berjamur.
  4. Gunakan pengisi nat. Sekali setahun, menggunakan pengisi nat yang dijual dapat membantu mencegah tumpahan menyusup ke dalam pori-pori nat dengan cepat, dan pengisi nat tersebut berguna melawan jamur kamar mandi dan lumut. Pilihlah pengisi nat dari toko bahan bangunan dan gunakan sesuai dengan petunjuk pabrik pembuatnya.
  5. Warnailah dengan warna yang beda. Kadang-kadang membiarkan nat tetap berwarna putih tidaklah praktis. Jika Anda mewarnai rambut Anda, atau memiliki anak yang senang menggunakan cat di dapur, atau sekedar tidak ingin membiarkan nat tersebut putih berkilau, pertimbangkan untuk mendapatkan pewarna nat dan gunakan untuk mewarnai nat tersebut dengan warna yang lain. Anda dapat memilih sebuah warna yang sesuai dengan ubin Anda atau sesuatu yang benar-benar berbeda untuk mendapatkan efek yang kontras.
  6. Mengetahui kapan waktunya untuk mengganti nat tersebut. Nat yang lama mulai retak dan remuk, dan semakin memburuk ketika kelembapan menyusup, dan menurunkan lantai di bawahnya dari waktu ke waktu. Mengganti nat Anda ketika diperlukan adalah penting, karena membuatnya lebih mudah untuk dibersihkan dan mencegah sering timbulnya jamur serta lumut.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *