Jasa Poles Marmer Poles Granit Poles Teraso Poles Semen Acian

Cara Memasang Lantai Linoleum

Linoleum, sebuah istilah yang mulanya merujuk pada material alami dari bahan minyak biji rami, damar, dan beberapa material alami lainnya, kini dipakai sebagai istilah umum untuk menyebut baik material alami maupun material pengganti yang lebih modern—seperti plastik vinil. Material yang telah digunakan secara luas karena harganya yang relatif murah, kedap air, dan ketahanannya ini, pada umumnya dipasang dengan cara menempelkannya pada bidang lantai yang sudah ada atau pada plester menggunakan perekat. Meski linoleum tergolong mudah dipasang ketimbang alternatif lain yang lebih mahal, ada tantangan tersendiri bagi mereka yang kurang berpengalaman. Oleh karena itu, mari kita mulai Langkah 1 berikut ini untuk dapat memasang lantai linoleum sendiri dengan efektif.

Metode 1 dari 4: Mempersiapkan Lantai sebelum Pemasangan

  1. Memastikan linoleum yang sesuai dengan kondisi ruangan. Linoleum dan alternatif sintetisnya bersifat lembut, lunak, dan elastis dibandingkan material lantai kebanyakan. Bahkan sebetulnya linoleum ini sangat fleksibel sehingga dapat menyusut dan memuai tergantung perubahan suhu di ruangan. Meski perubahan ini tidak dapat dilihat mata, tetap saja dapat menimbulkan masalah pada proses pemasangan dan perawatan lantai. Karena itulah, untuk mendapat ukuran yang pasti nantinya, Anda sebaiknya mendiamkan linoleum dalam ruangan yang akan dipasangi linoleum sekurang-kurangnya 24 jam sebelum pemasangan.
  2. Pindahkan semua furnitur, peralatan rumah tangga, dan pintu. Sebelum memulai menata lantai linoleum, Anda harus membersihkan area kerja dari segala macam gangguan. Untuk ruangan biasanya Anda perlu memindahkan semua furnitur berdiri serta dekorasi lantai (contoh: karpet, dsb.), beserta seluruh peralatan yang berhubungan langsung dengan lantai, misalnya toilet atau wastafel berdiri. Terakhir, Anda mungkin harus melepas daun pintu dari kusen, terutama jika pintu membuka ke dalam. Ini dilakukan untuk memastikan Anda dapat bekerja dengan nyaman dan optimal hingga ke sudut-sudut ruangan.

    • Ketika mempersiapkan area kerja, mari berpikir konservatif. Menghabiskan waktu untuk melepas benda-benda yang meski kelihatan tak begitu penting untuk dilepas, hal tersebut lebih baik dilakukan di awal daripada berhenti di tengah jalan hanya demi melepas benda-benda tersebut.
  3. Lepaskan lisplang. Langkah selanjutnya, lepaskan lisplang—papan kayu di sisi bawah dinding—di sepanjang tepi lantai. Anda dapat melepasnya dengan bantuan pencungkil, obeng berujung rata, atau pisau dempul yang kuat. Untuk mencegah kerusakan pada dinding Anda, cobalah taruh kayu kecil di depan alat pencungkil selagi melepas. Ini dapat mencegah peralatan Anda menggores tembok sekaligus menjadi tuas.

    • Selagi melepas lisplang, lepaskan juga penutup stop kontak yang bisa tergores saat proses pemasangan linoleum.
  4. Lepaskan juga paku untuk lisplang. Setelah lisplang dilepaskan, cek bagian bawah dinding yang dekat dengan lantai apabila ada paku yang mencuat dari dinding. Cabut paku tersebut dengan hati-hati, baik menggunakan tang, sisi pencungkil di palu, atau alat cungkil lainnya. Sebab kalau dibiarkan, paku ini bisa menghambat saat ingin memasang linoleum yang menempel pada tembok.
  5. Betulkan lantai atau plester yang akan dikerjakan. Linoleum harus dipasang di lantai yang sebisa mungkin sangat halus dan rata. Jika tidak, semua kejelekan akan terlihat pada linoleum itu sendiri, terlihat dari adanya tonjolan, cekungan, dan sebagainya. Jika Anda berencana memasang linoleum pada lantai yang telah ada, cek bahwa lantai sudah rata dan halus. Jika berencana memasangnya di plester, lepas material lantai sebelumnya dan cek apakah plester masih dalam keadaan baik. Jika lantai atau plester tidak benar-benar rata dan datar, Anda sebaiknya memperbaiki itu dengan tips berikut ini:[3]

    • Lantai beton/semen: Ratakan tonjolan-tonjolan dengan gerinda atau pahat batu. Tambal lubang-lubang kecil dan retakan-retakan dengan semen tambahan.
    • Lantai kayu: Gunakan perata lantai untuk membetulkan cekungan dan lekukan. Untuk masalah yang lebih serius, gunakan tripleks di dasarnya.
    • Lantai linoleum yang sudah ada: Betulkan bagian-bagian yang sudah lapuk atau berlekuk dengan perata lantai (aplikasikan dengan kulir berujung rata). Jika ada bagian yang rusak atau longgar, copot linoleum dan pasang saja di plester.
  6. Cara alternatifnya, gunakan tripleks sebagai alas. Beberapa lantai dan plester benar-benar tidak cocok untuk dipasangi linoleum—entah itu terlalu lapuk, rusak, atau Anda ingin menyimpan material lama untuk proyek lain. Dalam hal ini, solusi terbaik yakni dengan menggunakan tripleks sebagai alas memasang linoleum. Potong tripleks setebal 0,63cm ini agar pas dengan area lantai yang ingin ditutup linoleum, lalu pasang tripleks di atas plester atau lantai. Dengan begini didapatkan permukaan yang halus dan rata untuk memasang linoleum; menyiasati semua masalah pada lantai yang rusak atau lapuk.

    • Untuk membuat lapisan tripleks yang kuat, gunakan stapler tembak setiap 20cm di sepanjang tepi.
    • Jangan lupa bahwa memakai tripleks akan menambah ketinggian lantai, sehingga Anda mungkin perlu memotong sedikit bagian bawah daun pintu.

    Cara Memasang Lantai Linoleum

Metode 2 dari 4: Memasang Linoleum

Tentukan jumlah linoleum yang diperlukan. Karena lantai sudah siap untuk pemasangan, sekarang waktunya mengukur lantai untuk mengetahui berapa banyak linoleum yang Anda butuhkan dan bagaimana cara memotongnya. Anda memiliki beberapa opsi untuk mengukur lantai—beberapa tercantum setelah ini. Cara apa pun yang Anda pakai, tetaplah penting untuk mengukur dengan akurat agar linoleum pas dengan sempurna pada tembok dan peralatan lainnya.

 

    • Salah satu opsi untuk mengukur lantai yakni dengan menggelar satu atau lebih kertas tebal semisal kertas manila di atas lantai yang ingin dipasangi linoleum. Gunakan pensil untuk memberi jejak di tepi area lantai. Potong pola lantai dari kertas lalu gunakan pola ini sebagai sketsa untuk memotong linoleum.
    • Opsi lain yaitu dengan menggunakan meteran untuk mendapatkan ukuran seluruh sisi lantai. Gambarlah sketsan hasil pengukuran di atas kertas dan gunakan hasil pengukuran itu untuk memotong linoleum. Cara ini mudah diterapkan untuk bentuk persegi atau persegi panjang di lantai—yang Anda butuhkan hanyalah mengukur dua sisi yang sejajar dan Anda akan langsung tahu berapa banyak yang harus dipotong.
  1. Tandai garis untuk memotong linoleum. Sesudah membuat skema garis lantai atau hasil pengukuran dan sketsan kasar, Anda siap untuk menandai linoleum dengan pola yang sudah ditentukan tadi. Gunakan spidol non-permanen untuk memberi jejak pada linoleum sesuai sketsa, atau gunakan kulir dan meteran untuk membuat garis sesuai hasil pengukuran tadi. Linoleum biasanya dijual gulungan dalam ukuran 1,8 – 3,6 meter, jadi sangat memungkinkan untuk menandai dan memotong linoleum untuk ruang-ruang kecil dan ruangan (misalnya: kamar mandi, koridor, dsb.) tanpa adanya kelim. Untuk proyek yang lebih besar, boleh menggunakan dua gulung atau lebih linoleum.

    • Salah satu ide yang bagus yaitu menandai dan memotong linoleum 2 – 4 cm lebih besar dari yang ukuran sebenarnya. Sebab mudah memotong tepiannya untuk menyesuaikan luas lantai, sebab Anda tidak mungkin memperbesar linoleum yang sudah dipotong kecil, jadi pilihlah cara yang aman saja.
  2. Potonglah linoleum Anda. Setelah mengetahui dimensi lantai yang akan dikerjakan, mulailah memotong linoleum Anda. Catat, bahwa untuk mendapatkan ukuran yang paling pas, baiknya menggunakan linoleum yang sudah disimpan dalam ruangan tersebut selama seharian. Gunakan hasil pengukuran atau sketsa untuk memotong linoleum menjadi beberapa potongan.

    • Untuk memotong linoleum, gunakan cutter atau pisau khusus linoleum dan potong mengikuti garis yang sudah Anda buat. Gunakan mata yang tajam dan rata untuk menambah keakuratan potongan. Jika Anda memiliki tripleks, gunakan sebagai alas memotong di bawah linoleum agar lantai tak tergores.
  3. Letakkan hasil potongan di lantai dan potong bagian yang berlebih. Pindahkan dengan hati-hati potongan linoleum sesuai pola pada lantai. Coba pasang di ujung atau di sekitar benda-benda tertentu, hati-hati supaya tidak kusut. Jika Anda sudah memotong linoleum dengan ukuran yang dilebihkan 2cm di tiap sisi, bagian yang dilebihkan bisa tertekuk membentur tembok. Gunakan pisau Anda untuk memotong tepian itu dengan hati-hati agar linoleum bisa terpasang dengan rata di atas lantai dan pas dengan tepi area lantai. Berikut ini beberapa tips memotong tepi linoleum agar pas:

    • Dinding rata: Gunakan kulir atau sebuah kayu yang lurus (semisal kayu 2 x 4) untuk melipat linoleum ke ujung bawah tembok. Potong sesuai lipatan.
    • Sudut dalam: Gunakan pemotong berbentuk V untuk memotong material sisa. Perlahan-lahan potong bagian yang berlebih agar linoleum terpasang rata di lantai.
    • Sudut luar: Potonglah linoleum dari sudut 45 derajat. Potonglah kedua sisi hingga ujung linoleum pas dan terpasang rata di lantai.
  4. Gunakan perekat. Sekarang angkat lagi setengah dari lantai Anda. Gunakan kulir untuk mengoles lem di bagian bawah linoleum. Ikuti petunjuk pemakaian linoleum dari kemasan—beberapa jenis harus dilem merata di seluruh bagian, ada juga yang cukup di tepi saja. Biarkan perekat beberapa saat (beberapa jenis lem butuh didiamkan sebentar agar semakin rekat), kemudian letakkan linoleum ke lantai dan tekan pada tempatnya. Ulangi lagi cara ini hingga selesai.

    • Lem untuk lantai biasanya tersedia di toko-bangunan besar (biasanya dengan label “lem perekat lantai”). Selalu ikuti petunjuk pemakaian dari produk yang Anda beli, termasuk lem yang Anda pakai. Jika instruksi tersebut berbeda dari tips dalam artikel ini, ikuti saja instruksi dari pabrik.
    • Untuk linoleum yang membutuhkan lem di seluruh permukaan alas (bukan di sekelilingnya saja), sisakan beberapa senti dari tepi tanpa dilem. Linoleum dapat menyusut dan mengembang ketika terekspos dengan lem, jadi tunggu sejenak hingga linoleum berubah sebelum mengoleskan lem di tepi-tepinya

Metode 3 dari 4: Menyelesaikan dan Mengunci Linoleum

  1. Gunakan roller pada linoleum. Gunakan roller berat (model 45kg cukup baik) untuk mengeluarkan gelembung-gelembung udara dari linoleum dan membuatnya menempel dengan merata pada lantai. Mulailah dari tengah lantai ke tepi-tepi, dan lakukan untuk seluruh permukaan lantai. Jika beban roller membuat lem keluar dari bawah lantai linoleum, gunakan pelarut untuk melarutkannya dan hilangkan dengan lap/kain pel basah sesuai instruksi dari pabrik.
  2. Lapisi dengan sealant linoleum. Untuk memberikan lapisan yang berkilau dan berfungsi melidungi dan menjaga keawetan, lapisi dengan sealant (lem kaca) khusus linoleum. Gunakan sikat atau roller untuk melapisi seluruh permukaan linoleum, berhati-hatilah agar tidak ada bagian yang terlewat. Mulailah dari lantai pojok terjauh ke dalam agar Anda tak menginjak sealant yang masih basah.

    • Beri perhatian ekstra di tempat pertemuan antar linoleum. Jika tidak terlapisi dengan baik, kelim ini dapat mudah terkelupas dan rusak karena air.
  3. Jangan menginjak ruangan selama 24 jam. Selagi sealant dan lem mengering, penting untuk tidak menginjak lantai baru Anda. Meskipun sealant Anda telah kering, jangan terlalu banyak melintas sebelum perekat linoleum benar-benar mengering. Meletakkan furnitur terlalu dini atau terlalu banyak berjalan di atasnya dapat menyebabkan lantai berubah bentuk selagi mengering, yang akan menimbulkan tonjolan dan lubang permanen.

    • Kebanyakan bahan perekat lantai mengering dengan baik dalam 24 jam, namun sebagian mungkin membutuhkan waktu lebih lama. Selalu ikuti petunjuk pabrik dan peringatannya. Memperpanjang ketidaknyamanan kecil dalam jangka pendek membantu Anda menghindari masalah jangka panjang.
  4. Pasang kembali lisplang, peralatan, furnitur, dll. Ketika lantai linoleum Anda telah kering total, Anda bisa memulai mengembalikan fungsi ruangan tersebut. Pasang kembali lisplang, alat-alat rumah tangga, furnitur, pelapis outlet elektronik, dan benda-benda lain yang telah Anda pindahkan saat mempersiapkan ruangan untuk lantai baru. Berhatilah-hatilah dalam meletakkan agar tidak menggores, mengotori atau merusak linoleum Anda.

    • Ingat bahwa beberapa benda yang Anda lepas (seperti pintu dan lisplang) mungkin butuh untuk sedikit dinaikkan atau dipotong untuk mengakomodasi naiknya ketinggian lantai.
    • Untuk furnitur/alat yang sangat berat, gunakan tripleks untuk menggesernya daripada menariknya di sepanjang lantai sebab akan merusak lantainya.
    • Untuk petunjuk lebih spesifik dalam pemasangan kembali beberapa peralatan yang biasa dipakai, lihat artikel kami tentang lisplang, pintu, dan alat-alat.
  5. Gunakan dempul untuk menyegel tepian sesuai kebutuhan. Selagi mengembalikan ruangan ke semula, jangan lupa bahwa banyak peralatan rumah tangga membutuhkan tepian terdempul supaya mencegah udara dan air merembes. Lisplang seperti ini membutuhkan pendempulan yang luas, seperti toilet, wastafel, dan peralatan lain yang membutuhkan air. Dempul berbahan dasar lateks atau lateks akrilik biasanya bagus untuk dipakai di dalam ruangan.

Metode 4 dari 4: Menentukan Jumlah Linoleum yang Anda Butuhkan

  1. Gunakan kalkulator daring. Meskipun lantai linoleum dan vynil tergolong murah dibandingkan lantai seperti hardwood dan keramik, tetap Anda tidak ingin menghabiskan lebih banyak uang dalam proyek lantai dari yang dibutuhkan. Mengetahui berapa banyak linoleum yang Anda perlukan dapat mencegah Anda dari membuang uang untuk material berlebih ataupun bolak-balik ke toko ketika ternyata material Anda kurang. Untuk proyek kebanyakan, cara paling mudah yaitu dengan menggunakan kalkulator daring (seperti ini).

    • Meskipun kalkulator daring beragam, kebanyakan (termasuk yang sudah disebutkan di atas) hanya memerlukan Anda untuk memasukkan panjang dan lebar area lantai untuk mendapatkan jumlah estimasi. Untuk area lantai persgi atau persegi panjang, Anda hanya memerlukan satu panjang dan lebar, tetapi untuk bentuk-bentuk yang lain, Anda mungkin perlu membaginya menjadi beberapa potongan persegi atau persegi panjang dan menemukan ukuran panjang dan lebar dari setiap potongan untuk mendapatkan hasil yang akurat.
     Hitunglah kebutuhan Anda secara manual. Anda tidak perlu menggunakan kalkulator untuk menentukan jumlah linoleum yang Anda butuhkan sebab cukup mudah menentukan jumlahnya secara manual. Gunakan salah satu persamaan di bawah untuk menentukan berapa banyak linoleum yang dibutuhkan dalam proyek Anda, tergantung jenis linoleum yang Anda beli (lembaran atau ubin).[4] Ingatlah bahwa persamaan mana pun yang Anda gunakan, nilai luas lantai Anda akan tetap merupakan hasil panjang dikali lebar lantai (untuk setiap potongan persegi lantai Anda).

    • Untuk linoleum lembaran: (Luas lantai)/9 = luas sekian meter persegi linoleum yang dibutuhkan.
    • Untuk ubin 20cm: (Luas lantai)/0,5626 = jumlah ubin linoleum 20cm yang dibutuhkan.
    • Untuk ubin 30cm: (Luas lantai) = jumlah ubin linoleum 30cm yang dibutuhkan.
  2.  Belilah linoleum lebih dari yang Anda perlukan. Sama halnya dengan proyek perbaikan rumah lainnya, akan lebih bijak bila Anda membeli linoleum berlebih. Sama seperti Anda yang akan membeli semen tambahan saat membuat jalan untuk mobil, membeli linoleum tambahan juga membantu Anda untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan kecil yang mungkin terjadi dan juga kesalahan dalam menghitung jumlah linoleum yang dibutuhkan. Apalagi, linoleum tambahan dapat disimpan dan digunakan untuk memperbaiki kerusakan pada lantai Anda, melapisi bagian bawah kabinet di bawah bak cuci piring, dan beragam proyek perbaikan rumah lainnya.

Itulah artikel tentang Cara Memasang Lantai Linoleum semoga bermanfaat dan selamat mencoba

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *