Jasa Poles Marmer Poles Granit Poles Teraso Poles Semen Acian

Cara Melapisi Lantai

Melapisi lantai Anda bisa membuatnya terlindungi, membuat permukaan yang tidak licin, dan menambahkan kilauan yang menarik. Selama Anda melapisi dengan benar dan tidak keberatan untuk melakukannya satu atau dua kali dalam setahun, Anda dapat menghasilkan permukaan lantai yang tahan lama dan cantik. Dulu, cara untuk melapisi lantai adalah dengan menggosoknya dengan tangan dan kaki Anda di lantai. Sekarang, Anda akan menggunakan wax tanpa kilau yang dapat Anda pel di lantai.

Bagian 1 dari 4: Menyiapkan Lantai

  1. Lihatlah apakah lantai sudah pernah dipoles. Anda mungkin mau melapisi lantai yang sudah pernah dipoles sebelumnya, karena pada akhirnya permukaan lantai ini akan dapat menjadi aus dan kotor. Pertama, cari tahu jenis produk poles apa yang pernah digunakan pada lantai Anda: poles yang alami disebut dengan “wax”, poles yang sintetis disebut dengan “finish”. Jika pemilik sebelumnya tidak dapat memberi tahu Anda produk apa yang digunakan, Anda perlu memeriksa lantai Anda sendiri.

    • Jika lantai Anda tidak berkilau atau mengkilap, dan Anda dapat merasakan bahan aslinya dengan jari Anda, berarti lantai Anda belum pernah dipoles.
    • Lap sebagian kecil dari lantai dengan kain yang dicelupkan di alkohol atau thinner cat. Jika kain berubah menjadi kuning atau cokelat, berarti lantai Anda sudah pernah dipoles dengan wax.
    • Jika di kain Anda tidak terdapat bekas, berarti lantai Anda sudah pernah dipoles dengan finish.
    • Pilihlah wax atau finish. Jika lantai Anda sudah pernah dipoles sebelumnya, Anda dapat memilih produk wax atau finish apa pun yang ditujukan untuk bahan dari lantai Anda. Polyurethane adalah poles populer dengan pilihan berkilau. Namun, setiap produk akan terlihat sedikit berbeda. Jadi lakukan riset dan pilih tampilan mana yang Anda inginkan. Jika lantai Anda sudah pernah dipoles, Anda perlu memilih pilihan yang benar:
    • Bekas polesan akan sulit untuk benar-benar dihilangkan karena meresap di dalam kayu. Ini membuat lantai tidak cocok untuk poles sintetis (finish), kecuali jika Anda menyewa seorang profesional untuk memoles secara menyeluruh. Namun, poles baru dapat digunakan tanpa kesulitan setelah pengupasan dan juga dapat digunakan di atas permukaan yang hanya tergores, bukan kotor.
    • Jika lantai sudah pernah dipoles dengan finish, Anda dapat melapisinya kembali menggunakan mesin lantai yang terdapat alat penggosoknya untuk menghilangkan bagian dari polesan sebelumnya (finish), lalu gunakan poles (finish) dengan jenis sama untuk mengembangkan penampilan. Jika Anda tidak dapat menebak jenis poles apa yang digunakan sebelumnya atau jika Anda ingin menggunakan jenis poles yang berbeda, Anda perlu menghilangkan seluruh poles sebelumnya terlebih dahulu.
    • Jika Anda tidak ingin menghilangkan poles (finish) yang sebelumnya, Anda dapat menggunakan semir silikon berbahan dasar air, namun bukan dengan cara memolesnya ulang. Sapu lantai Anda, lalu gunakan beberapa lapis yang rata dari semir dengan kain pel.
  2. Singkirkan semua perabotan dari lantai. Tentukan dimana Anda berencana untuk memoles dan singkirkan apa pun dari area tersebut. Letakkan tanda di tempat umum agar orang mengetahui bahwa area tersebut tidak dapat dilewati selama 8 jam.

    • Agar menjadi sangat aman, tutup bagian ujung dari area yang berdekatan untuk melindunginya dari poles, terutama area karpet.
  3. Tentukan apakah Anda perlu mengelupas lantai Anda. Jika lantai Anda sebelumnya belum pernah dipoles dengan wax atau finish, Anda dapat langsung memoles lantai Anda. Jika lantai Anda sudah pernah dipoles sebelumnya dan hanya tergores sedikit namun tidak terdapat perubahan warna, Anda juga dapat langsung memolesnya.

 

Cara Melapisi Lantai

 

Bagian 2 dari 4: Mengelupas Lapisan Finish yang Lama

  1. Belilah larutan pengelupas lantai yang cocok untuk lantai Anda. Setelah Anda mengikuti panduan pada bagian Menyiapkan Lantai dan mengetahui jenis finishnya, belilah larutan pengelupas yang dapat menghilangkan lapisan tersebut. Pastikan juga larutan tersebut aman digunakan pada kayu, atau pada bahan apa pun yang menyusun lantai Anda.

    • Jika Anda tidak dapat menemukan produk yang cocok dengan jenis finish pada lantai Anda sebelumnya, cobalah gunakan larutan pengelupas lantai yang “umum” di bagian sudut lantai Anda untuk mengujinya.
  2. Bersihkan lantai Anda dengan menggunakan sapu atau pel. Bersihkan semua debu dan puing dari lantai Anda menggunakan pel debu (jika Anda memilikinya), atau sapu (jika tidak). Gunakan alas kaki yang bersih agar lantai Anda tidak kotor lagi.
  3. Gunakan peralatan pengaman. Zat kimia pada larutan dapat membahayakan kulit Anda atau menghasilkan uap beracun. Bekerjalah di tempat berventilasi dan lindungilah diri Anda dengan sarung tangan, kaus lengan panjang, dan celana panjang. Gunakan kacamata pelindung dan masker pernapasan jika Anda ingin melapisi banyak bagian pada lantai Anda atau jika tempat kerja Anda tidak memiliki ventilasi yang baik.

    • Gunakan masker pernapasan yang dapat menghambat uap organik.
  4. Masukkan kantung sampah ke dalam ember, lalu isi dengan larutan pengelupas. Kantung sampah yang tebal mempermudah proses pembersihan dan ember dapat Anda gunakan untuk tujuan lain nantinya. Ikuti petunjuk pada larutan pengelupas untuk mengetahui seberapa banyak yang Anda perlukan dan apakah Anda perlu mencampurnya dengan air.[5] Selalu siapkan kain pel.

    • Kantung sampah sangat penting untuk menjaga agar tidak ada sisa endapan larutan pengelupas pada ember yang akan Anda gunakan untuk membersihkan lantai nantinya.
    • Pel dengan jenis “strip mop” adalah pel yang dirancang untuk membersihkan lebih baik, namun Anda dapat menggunakan pel jenis apa pun.
  5. Karena Anda tidak memiliki banyak waktu untuk membersihkan larutan pengelupas, maka Anda perlu menyiapkan ember kedua yang Anda isi dengan air bersih dan juga siapkan kain pel kedua. Jangan gunakan kain pel pertama untuk membersihkan, karena pel tersebut sudah berbekas larutan pengelupas.
  6. Gunakan kain pel dan larutan pengelupas mulai dari ujung terjauh ruangan Anda hingga pintu keluar. Larutan pengelupas dapat membuat lantai licin, jadi susunlah rute pengepelan Anda terlebih dahulu untuk menghindari Anda berjalan diatasnya kembali. Pel lantai Anda dengan merata dan biarkan selama 5 hingga 10 menit, tapi “’jangan”’ biarkan mengering.

    • Cobalah gunakan finish pada pel Anda ketika Anda menggunakan larutan pengelupas. Larutan pengelupas tersebut seharusnya berganti warna dalam beberapa menit ke depan ketika bercampur dengan finish.
    • Jika Anda mengepel lantai yang luas, lakukan hal tersebut di setiap bagian kecil agar larutan pengelupas tidak mengering.
  7. Gunakan auto scrubber atau pel listrik biasa untuk digunakan pada larutan pengelupas (opsional). Untuk lantai yang luas, auto scrubber atau pel listrik sangat direkomendasikan, karena akan dapat menggunakannya untuk melapisi lantai secara menyeluruh dengan finish. 

    • Jika Anda menggunakan auto scrubber, lapisi lantai Anda tanpa menggunakan karet yang terdapat di auto scrubber tersebut.
    • Jika Anda menggunakan pel listrik, gunakan alas untuk mengelupas yang terdapat pada pel listrik tersebut. Anda akan membutuhkannya untuk lantai yang luas.
  8. Kikis wax di setiap sudut dan pinggir lantai. Untuk mengerjakan ini, Anda dapat menggunakan doodle pad atau razer blade tool seperti poll scraper dengan pegangan yang panjang. Jika Anda tidak ingin membeli alat rancangan khusus seperti ini, Anda dapat menggunakan bilah datar seperti pisau. Tanpa menginjakkan kaki Anda pada permukaan licin bekas larutan pengelupas, gunakan pisau untuk mengikis poles dari sudut lantai yang larutan pengelupas dan kain pel kesulitan untuk menghilangkan bekasnya.

    • Anda mungkin perlu menggosok baseboard yang terdapat bekas poles juga. Anda dapat membeli alas pengelupas khusus dirancang untuk baseboard jika Anda menggunakan pel listrik.
  9. Singkirkan larutan pengelupas dan poles dengan menggunakan vacuum basah atau auto scrubber. Gunakan ini setelah finish sudah hilang dari lantai Anda namun sebelum larutan pengelupas kering. Jika Anda mengelupas lantai dengan menggunakan larutan pengelupas memakai auto scrubber, Anda dapat menurunkan alat squeegee dan gunakan auto scrubber itu lagi. Jika tidak, Anda perlu menggunakan vacuum basah untuk menyingkirkan larutan.

    • Jika satu bagian larutan mulai mengering, siram sedikit air dari ember anda yang berisi air bersih untuk membuatnya tetap basah.
  10. Bersihkan lantai Anda dengan menggunakan kain lap yang bersih dan ember berisi air. Bersihkan beberapa kali untuk memastikan semua larutan pengelupas sudah hilang. Anda juga dapat menggunakan penetral untuk larutan pengelupas pada air Anda untuk memastikan poles berikutnya akan menempel dengan benar. [9] Jika Anda tidak ingin membeli penetral tersebut, Anda cukup membersihkan lantai Anda secara menyeluruh beberapa kali.

    • Anda juga dapat menggunakan auto scrubber atau pel listrik pada langkah in, selama Anda sudah mengubah alasnya sebelumnya. Jangan gunakan alas yang sama seperti Anda gunakan waktu memakai atau menmbersihkan larutan pengelupas.
  11. Cuci semua peralatan yang digunakan. Secara menyeluruh, bersihkan peralatan yang digunakan, termasuk bagian dalam dari selang dan tangki mesin. Jika Anda membiarkannya tidak bersih, larutan pelapis itu akan mengering menjadi kotoran yang mengeras dan merusak peralatan Anda.
  12. Biarkan lantai Anda mengering sepenuhnya. Jangan langsung melapisi lantai Anda sebelum benar-benar kering, atau poles yang Anda gunakan tidak akan menempel dengan benar. Anda dapat meletakkan kipas angina di dalam ruangan untuk mempercepat proses pengeringan.

Bagian 3 dari 4: Melapisi Lantai

  1. Ikuti instruksi yang terdapat di bungkus finish jika Anda lebih memilih menggunakan finish dibanding wax. Wax lantai merupakan produk alami yang bekerja hingga ke dalam pori kayu. Jika Anda mencoba untuk membuat hasil yang sama dengan menggunakan finish sintetis, yang tidak bekerja pada kayu, Anda akan perlu mengikuti beberapa petunjuk khusus untuk produk Anda.

    • Polyurethane, finish modern yang paling umum, harus diaduk terlebih dahulu dan langsung digunakan secepat mungkin untuk melapisi lantai dalam gerakan maju mundur di seluruh ruangan, timpa lapisan sebelumnya agar lapisan Anda terus basah. Anda harus menggunakan masker pernapasan dan letakkan kipas angin yang mengarah ke jendela ketika Anda bekerja.
  2. Sapu dan pel lantai Anda sebersih mungkin. Gunakan pel debu untuk membersihkan debu dan partikel kecil sebanyak mungkin. Apa pun yang tidak Anda bersihkan dari lantai akan kemungkinan besar terlapisi oleh poles, dan debu atau partikel itu akan terus berada di situ hingga seseorang mengelupas poles Anda.
  3. Gunakan pel spons baru atau kain pelapis poles baru. Jangan pernah menggunakan kain pel bekas, meskipun tidak terlihat kotor. Pel spons yang pernah digunakan untuk membersihkan lantai kemungkinan besar akan mengotori polesan, merusak penampilannya.
  4. Masukkan kantung sampah ke dalam ember, lalu isi dengan wax lantai. Kantung sampah ini digunakan untuk menghindari wax terkena ember dan dapat merusaknya untuk penggunaan di kemudian hari. Jika Anda menggunakan pel yang dirancang untuk menggunakan wax, Anda dapat melewati langkah ini. Pel ini dirancang khusus untuk wax agar bisa langsung dituangkan ke bagian dari pel.
  5. Gunakan wax pada pel Anda. Celupkan pel spons ke dalam wax, atau tuangkan wax pada bagian atas dari pel yang telah dirancang secara khusus. Jika pel Anda menetes, Anda harus menekan alat pemeras pada ember Anda atau tekan di sisi ember. Jangan peras langsung pada pel Anda; tujuannya adalah membuat pel Anda basah karena wax, bukan kering atau menetes.
  6. Gunakan wax pada bagian kecil dari lantai bertahap demi bertahap. Mulailah dari sudut ruangan yang jauh dari pintu agar Anda tidak perlu menginjak bekas lapisan wax jika Anda ingin meninggalkan ruangan. Jika Anda mencoba untuk melapisi wax di area yang terlalu luas, kemungkinan besar Anda akan melewatkan beberapa bagian atau Anda akan melapisi lantai dengan tidak merata.

    • Jika lapisan pertama Anda terlalu tebal, seluruh prosesnya dapat gagal. Berhati-hatilah untuk tidak menuangkan wax yang berlebih pada lantai Anda, dan gunakan hanya pel yang sedikit basah, bukan basah kuyup.
    • Ketika satu bagian dari lantai sudah dilapisi dengan merata, pel bagian tersebut dengan gerakan yang searah untuk membuatnya terlihat merata. Sekarang Anda dapat pindah ke bagian lantai yang lain.
  7. Tunggu hingga benar-benar kering. Ini akan memakan waktu sekitar setengah jam, namun dapat lebih lama pada area dengan kelembapan yang tinggi. Setelah sepuluh menit Anda biarkan untuk mengering dengan alami, Anda dapat menggunakan kipas angin pada ruangan agar lapisan tersebut dapat mengering lebih cepat, tapi jangan mengarahkannya langsung ke lantai yang baru dilapisi.  Hal tersebut dapat menghalangi perekat

    • Bacalah petunjuk pada kemasan wax lantai Anda untuk estimasi waktu pengeringan yang akurat.
  8. Gunakan lapisan tambahan pada arah yang sama. Setelah lapisan sebelumnya sudah benar-benar kering, lapis lantai lagi. Ingatlah untuk melakukannya per bagian dan rencanakan rute Anda ke pintu.

    • Pada kemasan produk wax lantai Anda seharusnya juga terdapat jumlah lapisan yang disarankan. Jika tidak, gunakan tiga atau empat lapisan tipis. Berhentilah jika wax mulai menjadi kuning.
    • Hindari menginjak atau meletakkan sesuatu pada lapisan terakhir selama 8 jam untuk memastikan hasil yang sempurna.
  9. Langsung cuci semua peralatan. Jika Anda membiarkan wax mengering pada peralatan Anda, kotoran itu akan sangat sulit untuk dihilangkan. Bersihkan peralatan yang akan Anda gunakan lagi kedepannya dengan sabun
  10. Kilapkan lantai Anda ketika Anda melapisi wax jika diperlukan. Banyak wax yang tidak perlu dikilapkan dan akan tetap mengkilap tanpa usaha yang lebih. Wax lain mengharuskan Anda untuk melapisi dengan alas yang dapat mengkilapkan atau mesin burnishing. Jika Anda tidak ingin membeli peralatan khusus, gunakanlah handuk kain yang bersih untuk melapisi lantai Anda dengan gerakan melingkar.

    • Ikat handuk pada kepala pel kering dan Anda tidak perlu sambil berlutut.
    • Alas yang dapat mengkilapkan dapat dikaitkan di bawah sikat dari pel listrik dan digunakan untuk mengkilapkan lantai.

Bagian 4 dari 4: Merawat Lantai yang Sudah Dilapisi

  1. Gunakan ulang wax pada lantai secara teratur. Lantai kayu harus dilapis ulang dengan wax setiap enam hingga dua belas bulan. Lantai vinyl harus dilapis ulang setiap enam bulan, sama seperti lantai keramik atau batu. [16]
  2. Jangan gunakan pel yang terendam, dan jangan pernah menggunakan pel pada kayu keras yang sudah pernah dilapisi. Lapisan wax tersebut tidak tahan air, jadi air akan membahayakan kayu. Bersihkan tumpahan dengan handuk kertas. Vinyl dan permukaan bukan kayu lainnya dapat dibersihkan dengan pel basah, namun tidak basah kuyup.

    • Ini tidak berlaku pada kayu yang dilapisi dengan polyurethane, yang dapat di pel dengan menggunakan pel yang basah kuyup akan campuran 1 liter air dan ¼ cangkir (60 mL) cuka.
  3. Kilapkan atau semir lantai Anda jika kilauannya menghilang. Gunakan kain handuk atau alas pengkilap untuk menyemir lantai jika mulai memudar. Ini tidak diperlukan jika Anda menggunakan wax tidak mengkilap.
  4. Ampelas bagian dari wax jika menjadi kuning atau kehilangan warna. Jika Anda tidak ingin melakukan ini secara manual, gunakan pel listrik dengan alas penggosok halus yang cukup kuat untuk menghilangkan sebagian kecil dari wax.

    • Anda harus menggunakan satu atau dua lapisan wax baru setelah menghilangkan beberapa lapis untuk membuat lapisan yang kuat lagi.
    • Anda tidak perlu melakukan ini dalam beberapa tahun jika lantai Anda dilapisi dengan benar.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *